« International Workshop on FIDIC Conditions of Contract | Main | Focus Group Discussion (FGD) Konsepsi Negara Kepulauan dan Strategi Implementasinya »
Pelaku Jasa Konstruksi lokal diminta tingkatkan Kompetensi
By Administrator | June 19, 2008
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meminta kepada para pelaku jasa dan industri konstruksi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya agar mampu berkarya secara efisien dan produkstif dalam memenuhi tuntutan masyarakat akan tersedianya infrastruktur publik yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Djoko Kirmanto saat membuka peluncuran penyelenggaraan Konstruksi Indonesia (KI) 2008 di Jakarta, Rabu (18/6) sore. Peluncuran tersebut turut dihadiri antara lain Utusan Khusus Presiden untuk Kawasan Timur Tengah Alwi Shihab dan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Malkan Amin serta para pejabat Departemen PU.
Pelaku jasa dan industri konstruksi juga dituntut untuk terus menciptakan inovasi-inovasi teknologi dan menjadi kebanggaan Indonesia dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagaimana tertuang dalam Bali Roadmap yang dihasilkan pada Climate Change Conference di Bali akhir tahun lalu. Menurut Djoko Kirmanto dengan semangat itu, KI 2008 mengangkat tema Inovasi Teknologi Konstruksi Berwawasan Lingkungan.
Menteri PU menuturkan, dunia jasa konstruksi nasional dituntut untuk siap menghadapi liberalisasi perdagangan barang/jasa agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam penguasaan pangsa pasar konstruksi domestik dengan tanpa mengabaikan peluang pangsa pasar mancanegara.
“Diperlukan juga peningkatan daya saing para pelaku dan industri konstruksi baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Menteri PU.
Djoko Kirmanto mendorong para pelaku jasa konstruksi nasional untuk memasuki pasar jasa konstruksi internasional khususnya Timur Tengah. Kawasan tersebut saat ini memiliki kue pasar jasa konstruksi yang sangat besar akibat melambungnya harga minyak mentah dunia. Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shibab mengundang para pelaku jasa konstruksi Indonesia untuk berkiprah di Timur Tengah.
“Kue pasar jasa konstruksi di sana tidak akan habis, karena jumlah nilai kontraknya jauh melebihi dari jumlah kontraktor yang ada,” ujar Alwi.
Alwi menilai, para pelaku jasa konstruksi nasional kurang antusias memasuki pasar negara-negara arab, padahal pemerintah negara-negara Timur Tengah sangat mengharapkan partisipasi dari kontraktor Indonesia. Kurang antusiasnya kontraktor Indonesia dapat terlihat dari keengganan mereka membuka kantor di kawasan tersebut.
“Padahal pertanyaan pertama yang kerap ditanyakan pemerintah negara-negara arab kepada kontraktor Indonesia, apakah anda sudah membuka kantor disini?, misalnya jawabannya belum maka mereka akan menjawab baik anda silahkan buka kantor dulu disini, baru kita bicarakan rencana kontrak kerja,” tutur Alwi.
Alwi sangat menyayangkan ketidaktahuan para pelaku jasa konstruksi Indonesia akan besarnya potensi pasar konstruksi di Timur Tengah. Menurut Alwi, ketertarikan pemerintah negara-negara arab mengundang partisipasi kontraktor Indonesia didasarkan kualitas kerja dan kompetensi yang cukup baik.
“Saat ini baru 3-4 kontraktor Indonesia yang telah bekerja disana, padahal kita memiliki puluhan kontraktor di Indonesia, pasar konstruksi disana nilainya mencapai ratusan miliar dollar,” kata Alwi.(rnd)
Topics: INKINDO |




